Senin, 25 Oktober 2010

Eternal Summer (2006)


Cast: Bryant Chang, Hsiao-chuan Chang, Kate Yeung
Director: Leste Chen
Genre: Drama
Overall: 7/10

Unsur seksualitas, saat ini memang sangat lumrah digunakan dalam sebuah film. Baik itu hanya sekedar tempelan belaka ataupun sebagai sajian menu utama. Penyajian secara normal atau heteroseksual tentunya sudah sangat umum, namun ada pula unsur yang dihadapkan pada penonton adalah sesuatu yantg boleh dibilang menyimpang, dalam hal ini yaitu homoseksual. Sudah banyak film yang menyisipkan ataupun sepenuhnya mengangkat tema yang masih dianggap tabu ini walaupun sebenarnya keberadaan homoseksual sekarang ini sudah mulai berani secara terang-terangan muncul kepermukaan. Termasuk di dunia film yang rasanya memang begitu banyak yang sudah hadir dan secara tidak langsung memberi tahu kepada kita tentang keeksisan kaum ini. Ada yang dibuat pure sensual belaka tapi tidak sedikit pula yang hadir dengan paket bermutu. Beberapa film bisa kita sebut seperti Maurice (1987), Brokeback Mountain (2005), Milk (2008) serta wakil dari Asia, No Regret (2006) dan Eternal Summer (2006).

No Regret pernah saya review sebelumnya dengan segala keberanian dan kejujurannya. Kini giliran Eternal Summer yang hadir dengan segala kesederhanaannya namun mengena. Bercerita tentang cinta segitiga lebih tepatnya cinta segitiga 'tak normal antara tiga sahabat Jonathan, Shane dan Carrie. Jonathan dan Shane sudah bersahabat dari bangku sekolah dasar, ketika memasuki sekolah menengah munculah Carrie yang diam-diam menyukai Jonathan hingga pada suatu hari ia mengajak Jonathan untuk menyewa sebuah kamar dan mengajaknya untuk melakukan hubungan intim. Namun entah mengapa tiba-tiba Jonathan menolak dan dari sini muncul kecurigaan Carrie yang mengisyaratkan bahwa Jonathan adalah penyuka sesama jenis dan di sini mungkin saja ia menyukai sahabatnya Shane. Waktu berjalan sampai mereka memasuki bangku kuliah, ketiganya masih menjalin persahabatan hanya saja kini Carrie menjalin hubungan bersama Shane tanpa diketahui oleh Jonathan, namun lama kelamaan hubungan mereka pun diketahui juga olehnya. Sakit hati dan kecewa menyelimuti Jonathan hingga akhirnya melakukan sebuah 'kenekatan' sementara itu rasa menyesal menyelimuti Shane dan Carrie hingga berbuah 'tindakan' Shane yang semakin memperburuk jalinan persahabatan mereka.

Bagi penonton umum, khususnya yang kurang begitu suka akan genre drama apalagi jika kita mengingat tema yang ada, walhasil mungkin rasa bosanlah yang akan didapat. Mengapa demikian? Ini dikarenakan oleh alur dari film ini berjalan dengan begitu perlahan, namun justru disinilah kuncinya. Dengan tidak terburu-buru, kita sebagai penonton akan lebih merasakan sisi emosional dari cerita yang ada dan kita pun seperti ikut terbawa oleh apa yang dirasakan dari ketiga tokoh utama. Dan hasilnya disini tentu saja, cara ini berhasil dalam menggali cerita dan pengembangan karakter secara maksimal. Ketiga tokoh utama pun menyatu hingga menciptakan chemistry yang pas. Satu lagi poin plus dari film ini adalah penggambaran sosok gay di sini tidaklah stereotype seperti yang diperlihatkan di film-film sejenis.

Eternal Summer memang sebuah tontonan pure drama. Dan bagi anda pecinta drama bermutu rasanya patut untuk menjajal film yang satu ini. Memang temanya tabu, tapi disini tidaklah dijabarkan dengan begitu gamblang namun hadir dengan porsi pas sehingga menciptakan suatu cerita yang terasa real dan mampu membuat penonton dengan mudah bisa menerima. Sederhana namun mengena, itulah Eternal Summer.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar