Minggu, 24 April 2011

127 Hours (2010)


Cast: James Franco, Kate Mara, Amber Tamblyn, Clemence Poesy
Director: Danny Boyle
Genre: Adventure, Biography, Drama
Overall: 8/10

Bagi para pecinta alam khususnya yang gemar melakukan pendakian gunung, pastinya sudah tahu persis bagaimana kisah mengenai perjuangan seorang petualangan asal Amerika Serikat bernama Aron Ralston (James Franco). Di tahun 2003, ketika dirinya melakukan sebuah penjelajahan ke satu lembah di Canyonlands National Park, ia terjebak pada sebuah celah yang sempit dikarenakan lengan kanannya terjepit oleh sebuah bongkahan batu berukuran cukup besar. Hal itu terjadi ketika ia hendak menuruni celah tersebut dan tiba-tiba saja bongkahan batu itu ikut bergerak dan sialnya tepat berhenti dan jatuh menimpa lengannya. Selama kurang lebih 5 hari dirinya terjebak, ia pun mencoba berbagai usaha guna membebaskan tangannya, juga bertahan hidup dengan perlengkapan dan bekal seadanya. Hingga akhirnya satu keputusan paling berani dan nekat pun harus ia ambil, yang mana hal tersebut akan ia kenang sepanjang hidupnya kelak, begitupun oleh orang-orang yang kagum akan kisah perjuangannya.

Kisah survival dari Aron Ralston inilah yang kemudian oleh Danny Boyle coba diangkat dan dihadirkan kehadapan para penikmat film lewat karya terbarunya bertajuk 127 Hours. Dalam ajang tahunan Academy Awards yang digelar 27 Februari 2011 lalu, film ini sukses dalam memeriahkan bursa Oscar dengan perolehan nominasi sebanyak 6 buah. Meski pada akhirnya, 127 Hours harus terpaksa menjadi pecundang pada malam perhelatan akbar itu dikarenakan dari raihan nominasi yang ada, tidak satu pun piala yang dihasilkan. Namun terlepas dari itu semua, tetap saja 127 Hours merupakan salah satu film dan karya terbaik di tahun 2010 dari seorang Boyle.

Untuk proyek terbarunya ini, Boyle kembali memboyong tiga orang yang berada dibalik kesuksesan karya terakhirnya Slumdog Millionare tahun 2008 lalu. Pertama, penulis naskah Simon Beaufoy diikut sertakan guna membantunya dalam penyusunan skrip. Kedua untuk urusan musik, Boyle mempercayakan kembali pada komposer asal India, A.R Rahman. Terakhir, untuk sinematografi ia serahkan pada Anthony Dod Mantle. Kita tahu sendiri Slumdog Millionare sukses menyabet delapan gelar terbaik diajang Oscar. Selain Best Picture dan Best Director bagi Boyle, gelar terbaik pun didapat lewat ketiga nama yang disebutkan tadi lewat kategori Best Adapted Screenplay, Best Cinematography serta Best Original Song dan Best Original Score. Jadi tidak heran jika akhirnya Boyle kembali mengajak kerjasama ketiganya dan menciptakan satu tim solid dalam mempersembahkan satu tontonan berkualitas di 2010.

Premis terjebaknya seseorang di satu tempat sempit dan terisolir, mengingatkan kita pada satu film yang juga dirilis di tahun yang sama milik sineas asal Spanyol, Rodrigo Cortes, Buried. Dengan pola yang seperti itu 127 Hours sebenarnya memiliki potensi membosankan. Namun berkat naskah cerdas buatan Boyle dan Beaufoy, 127 Hours berhasil keluar dari kemungkinan akan monotonnya cerita. Jika Buried dirasa terlalu menyesakan oleh sebagian penonton karena sangat minimnya setting dan karakter, justru 127 Hours mampu menjaga intensitas penonton berkat kecerdikan Boyle dan Beaufoy yang mampu mengembangkan premis setting yang sempit, menjadi sebuah kisah emosional dan menegangkan, dengan dimasukannya beberapa karakter serta tampilan visual yang mampu memanjakan mata, tanpa harus meninggalakan kesan terisolir dan depresi yang dialami sang tokoh utama.

A.R Rahman pun sukses dalam memberikan sumbangsih musiknya yang unik dalam menghidupkan suasana atau keadaan seseorang yang terjepit. Sinematografi-nya pun terbilang jempolan dengan menampilkan beberapa angle-angle yang menarik. Tidak ketinggalan, James Franco pun ikut andil dalam mensukseskan film ini berkat penampilan ciamiknya. Setiap ekspresi yang ia tampilkan berhasil membawa penonton ikut hanyut dan merasakan tiap emosinya Aron Ralston. Miris rasanya melihat kondisi Ralston dari hari ke hari terlebih ketika dirinya mulai sulit membedakan antara yang nyata dan halusinasi belaka. Dan hal ini membuktikan bahwa Franco sukses melakukan tugas peran utama perdananya dan berhasil membuktikan bahwa kelak ia pun layak diberi porsi utama dalam sebuah film dan rasanya cukup bagi Franco untuk terus berkutat di ruang aktor pendukung saja.

127 Hours adalah sebuah film yang berangkat dari kisah nyata yang luar biasa. Sebuah kisah survival yang memberikan inspirasi dan motivasi. Tentu saja bagi para petualang film ini banyak sekali mengandung pesan atau semacam pembelajaran tentang apa yang mesti dipersiapkan jika ingin melakukan penjelajahan. Film ini pun mengajarkan kepada kita agar jangan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan dengan orang terdekat kita serta perbanyaklah bersyukur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar